Bangka,Cmnnews.id – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Dapil Kabupaten Bangka, Agam Dliya Ul-Haq, menyerap aspirasi ratusan mahasiswa Institut Pahlawan 12 Sungailiat saat menggelar reses, Minggu (13/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Partai PKB Babel ini menyoroti sejumlah kebutuhan mahasiswa dan kampus, mulai dari bantuan biaya pendidikan, sarana olahraga hingga pengembangan kewirausahaan.
Agam mengatakan Institut Pahlawan 12 merupakan perguruan tinggi swasta yang selama ini mengandalkan pendanaan dari yayasan dan pemasukan mahasiswa.
Kondisi itu dinilai Agam, menjadi tantangan karena tidak semua mahasiswa berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi.
“Mahasiswa yang kuliah di sini kebanyakan dari keluarga tidak mampu. Karena itu, ada beberapa hal yang akan kita fokuskan untuk dikawal dan diperjuangkan,” kata Agam kepada wartawan usai reses.
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah akses beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Agam berencana mendorong agar kuota bantuan biaya kuliah dari Pemerintah Provinsi Babel ditambah.
“Kalau kita mau jujur, apabila kebanyakan mahasiswa itu mampu, tidak mungkin mereka mengambil atau belajar di kampus ini. Ke depan kita akan meminta kuota 100 persen melalui Kesra Provinsi terkait beasiswa di kampus ini,” ujarnya.
Selain beasiswa, Agam juga menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana olahraga di lingkungan kampus. Usulan tersebut, kata dia, telah mendapat respons dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Babel.
Menurut Agam, fasilitas olahraga penting untuk menunjang aktivitas mahasiswa sekaligus menyediakan ruang kegiatan positif bagi generasi muda.
Agam juga melihat peluang lain yang bisa dikembangkan di Institut Pahlawan 12, yakni kewirausahaan mahasiswa. Hal ini dinilai relevan karena kampus tersebut memiliki jurusan yang berkaitan dengan kewirausahaan.
Dia mengatakan pengembangan potensi tersebut perlu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Pariwisata melalui bidang ekonomi kreatif serta Dinas Koperasi dan UMKM.
“Kita ingin ada sinergi dengan instansi terkait. Mahasiswa nantinya bisa mendapatkan pelatihan pengembangan usaha, legalitas UMKM, sertifikasi halal sampai Nomor Induk Berusaha atau NIB,” jelasnya.
Agam berharap mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang bisa diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha dan menciptakan peluang ekonomi,” pungkasnya (Ramdan)





