BANGKA

Kemenag Babel Gandeng Densus 88 hingga BPS, Perkuat Pencegahan Radikalisme

×

Kemenag Babel Gandeng Densus 88 hingga BPS, Perkuat Pencegahan Radikalisme

Sebarkan artikel ini

BABEL.CMNNEWS.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kerukunan umat beragama. Kemenag Babel menggandeng BPS, Rumah Sakit Siloam Bangka Belitung, hingga Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Antiteror Polri.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Auditorium Mas’ud Hasan Qolay, Kanwil Kemenag Babel, Kamis (13/8/2026).

PKS ditandatangani Plt Kepala Kanwil Kemenag Babel H. Pril Marori, S.T., M.M., Kepala Satgaswil Babel Densus 88 Antiteror Polri AKBP Maslikan, S.Sos., M.Si., Kepala BPS Babel Sugeng Arianto, M.Si., serta perwakilan Rumah Sakit Siloam Bangka Belitung.

Tak hanya penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengukuhan Duta Cegah. Program ini diarahkan untuk memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme hingga terorisme di wilayah Bangka Belitung.

Plt Kepala Kanwil Kemenag Babel Pril Marori mengatakan, persoalan kerukunan umat beragama tidak bisa ditangani oleh satu lembaga saja. Menurutnya, diperlukan kerja bersama dengan berbagai pihak agar kondisi kerukunan yang sudah terbangun tetap terjaga.

“Kami tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai mitra strategis, termasuk Satgaswil Babel Densus 88 Antiteror Polri, BPS, dan berbagai lembaga lainnya,” kata Pril.

Dia menyebut Bangka Belitung memiliki modal sosial yang baik dalam menjaga kerukunan. Pada 2025, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat berada di peringkat ketiga nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB).

Capaian tersebut, lanjut Pril, bukan sekadar angka, tetapi menjadi tanggung jawab bersama agar kerukunan antarumat beragama terus dipelihara.

“Pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga kerukunan umat beragama di Bangka Belitung harus terus kita perkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Antiteror Polri AKBP Maslikan menilai kerja sama dengan Kemenag Babel menjadi langkah penting untuk memperkuat program pencegahan.

Menurut Maslikan, sinergi antara Densus 88 dan Kemenag selama ini sudah berjalan. Namun, adanya PKS membuat kolaborasi tersebut memiliki landasan yang lebih terarah sehingga program dapat dilaksanakan secara terukur dan berkelanjutan.

“Upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara parsial. Kementerian Agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun moderasi beragama, sementara kami berperan memperkuat berbagai program pencegahan melalui pendekatan kolaboratif,” jelas Maslikan.

Dia juga menyoroti tantangan baru dalam upaya pencegahan radikalisme, khususnya di kalangan anak dan remaja. Perkembangan teknologi dan media sosial dinilai membuat penyebaran paham kekerasan dapat berlangsung lebih cepat dan menyasar kelompok yang rentan.

Maslikan mengatakan persoalan sosial yang dialami anak dan remaja dapat membuat mereka lebih mudah terpapar komunitas digital tertutup yang membawa narasi kekerasan.

“Fenomena yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami berbagai persoalan sosial cenderung lebih rentan bergabung dalam komunitas digital tertutup yang mengadopsi nilai-nilai kekerasan,” katanya.

Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Edukasi, penguatan literasi digital, moderasi beragama serta keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan sosial.

“Kita harus mengedepankan langkah-langkah preventif sebelum berbagai ancaman tersebut berkembang menjadi permasalahan yang lebih serius,” tegasnya.

Melalui kerja sama tersebut, Kemenag Babel dan para mitra berharap upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih terpadu. Penguatan kolaborasi lintas sektor juga diharapkan mampu menjaga Bangka Belitung tetap menjadi daerah yang aman, toleran dan kondusif.

Tinggalkan Balasan