BANGKAHEADLINE

Apresiasi PT Timah dan Masyarakat, HNSI Babel Dorong Percepatan Normalisasi Muara

×

Apresiasi PT Timah dan Masyarakat, HNSI Babel Dorong Percepatan Normalisasi Muara

Sebarkan artikel ini

BANGKA,CMNNEWS.ID — Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan, mengapresiasi langkah nelayan yang tergabung dalam underbow HNSI Forum Komunikasi Nelayan Nusantara (FKNN) bersama PT Timah Tbk dan masyarakat yang telah melakukan pemasangan jumbo bag di alur Muara Air Kantung, Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Menurut Ridwan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi alur Muara Air Kantung yang hingga kini masih mengalami pendangkalan dan membutuhkan percepatan normalisasi.

“Kami mengapresiasi PT Timah bersama masyarakat dan nelayan yang sudah turun langsung memasang jumbo bag di Muara Air Kantung. Ini bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi alur nelayan Sungailiat,” kata Ridwan, Senin (25/5/2026).

Ia menilai persoalan pendangkalan alur muara sudah menjadi perhatian serius bagi para nelayan karena berdampak langsung terhadap aktivitas melaut, terutama saat bongkar muat hasil tangkapan ikan.

“Sampai hari ini progres normalisasi belum jelas. Ini menjadi atensi besar bagi HNSI agar segera ditindaklanjuti karena nelayan Sungailiat sangat menderita dalam kegiatan bongkar muat hasil tangkapan ikan,” ujarnya.

Ridwan juga meminta Gubernur Kepulauan Bangka Belitung segera membentuk tim percepatan normalisasi alur Muara Air Kantung agar persoalan yang selama ini dikeluhkan nelayan dapat segera diselesaikan.

“Kami meminta kepada bapak gubernur Babel untuk segera membentuk tim percepatan normalisasi alur muara,” tegasnya.

Caption: PT Timah bersama masyarakat dan nelayan melakukan pemasangan jumbo bag di alur muara air kantung, ist,

Selain menyoroti persoalan alur muara, Ridwan juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini hasil kelautan dari Kabupaten Bangka disebut belum melalui mekanisme SKAI (Surat Keterangan Asal Ikan). Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak terhadap tidak adanya dana bagi hasil sektor kelautan yang diterima pemerintah daerah.

“Sampai hari ini semua hasil kelautan Kabupaten Bangka tidak melalui SKAI dan Pemda Bangka tidak pernah menerima dana bagi hasil dari hasil laut Kabupaten Bangka,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat mendengar aspirasi dan keluhan nelayan yang selama ini bergantung pada sektor perikanan tangkap di Sungailiat.

Dalam kesempatan itu, Ridwan juga menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Bangka yang dinilai telah membongkar persoalan distribusi subsidi BBM bagi nelayan di Sungailiat.

“Kami apresiasi kepada Kajari Bangka yang sudah membongkar terkait subsidi BBM di Sungailiat. Alhamdulillah sekarang kami menerima laporan dari nelayan bahwa sudah tidak ada masalah lagi dalam mendapatkan BBM untuk kegiatan melaut, tidak susah seperti sebelumnya,” katanya.

Tinggalkan Balasan