Opini:
Oleh Ridwan 3220207: Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Pahlawan 12
Bangka, Cmnnews.id — Panitia Persiapan HUT Kota Sungailiat ke 260 Tahun dengan mempersiapkan berbagai macam agenda untuk memeriahkan hari jadi kota Sungailiat, sebagai bentuk penghormatan serta eforia dan kegembiraan masyarakat Sungailiat Kabupaten Bangka.
Momentum ini sangat di tunggu oleh masyarakat Kabupaten Bangka agar bisa meluapkan kebahagiaan dan sinergitas masyarakat dan Pemerintah Daerah.
Sudah 260 tahun umur kota Sungailiat dan menjadi kota, banyak perubahan yang terjadi sejak didirikan pada tahun 1766 sampai hari ini, dan keseluruhan kurun waktu tersebut, kota Sungailiat bertransformasi dari kawasan tradisional menjadi kota modern yang menyeimbangkan antara potensi pariwisata,ekonomi dan sosial budaya.
Penyebab Efisiensi
Efisiensi anggaran, khususnya pada 2025-2026, disebabkan oleh kebutuhan menghemat belanja negara, membiayai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), membayar utang jatuh tempo, dan mengurangi pemborosan birokrasi. Kebijakan ini bertujuan mengoptimalkan hasil dengan sumber daya terbatas (spending better) serta mendukung pertumbuhan ekonomi
Berikut penyebab Utama Efisiensi Anggaran:
Penyusunan Anggaran untuk Prioritas Strategis: Pengalihan dana dari belanja rutin yang kurang produktif ke program utama pemerintah, seperti makan bergizi, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Pengurangan Pemborosan Birokrasi: Memangkas anggaran rapat, perjalanan dinas luar negeri, dan honorarium yang tidak perlu untuk mengatasi kebiasaan pemborosan dalam birokrasi.
Beban Utang dan Defisit APBN: Kebutuhan membayar utang luar negeri yang jatuh tempo serta tingginya defisit anggaran menuntut pemerintah untuk melakukan penghematan.
Digitalisasi dan Sistem Kerja Fleksibel: Penggunaan teknologi digital dalam administrasi (e-government) mengurangi biaya operasional fisik dan meningkatkan efisiensi.
Peningkatan Kinerja dan Akuntabilitas: Adopsi prinsip New Public Management yang menekankan kinerja daripada sekadar penyerapan anggaran, memastikan setiap Rupiah memiliki dampak nyata.
Tekanan Pendapatan Negara: Terbatasnya sumber pendapatan negara dibandingkan kebutuhan belanja yang besar.
Strategi peningkatan PAD
Digitalisasi dan Inovasi Teknologi:
Implementasi Sistem Pajak Online: Menggunakan platform digital untuk pembayaran pajak/retribusi agar lebih mudah dan efisien.
Pemasangan Alat Rekam Transaksi (Taping Box): Dipasang di restoran, hotel, dan parkir untuk mencegah kebocoran pajak.
Pendataan Ulang Wajib Pajak: Memperbarui data objek dan subjek pajak (PBB-P2, reklame) untuk memperluas basis pajak.
Optimalisasi Aset dan Pengelolaan BLUD:
Pemanfaatan Aset Idle: Menyewakan atau menjalin kerjasama pemanfaatan aset properti milik daerah yang tidak terpakai.
Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD): Meningkatkan efisiensi layanan berbayar di fasilitas kesehatan atau pendidikan.
Penguatan Manajemen dan SDM:
Peningkatan Kompetensi Aparatur: Melatih SDM pengelola keuangan agar lebih profesional dan adaptif.
Kerjasama Pihak Ketiga: Melibatkan pihak swasta/LSM untuk meningkatkan efektivitas pemungutan pajak.
Ekstensifikasi dan Kepatuhan:
Penertiban Wajib Pajak: Bekerjasama dengan aparat penegak hukum (Kejaksaan) untuk menindak wajib pajak yang tidak patuh.
Optimalisasi Pajak Baru: Menggali potensi dari sektor jasa, rumah kos, dan apartemen.
Dengan inovasi dan digitalisasi, pemerintah daerah dapat meningkatkan PAD tanpa memberatkan masyarakat melalui optimalisasi aset dan peningkatan layanan.
Banyak lagi pola strategis salah satunya menempatkan staf sus Profesional yang sesuai dengan keilmuan untuk membuat usulan program yang nantinya diusulkan ke kementrian maupun ke pihak investor dengan memanfaatkan potensi SDM secara networking mampu merancang kemana arah usulan yang sesuai dengan keinginan dan letak geografis Kabupaten Bangka.






