BANGKA

Tantang PJS, Nelson Pomalingo: Pers Jangan Hanya Jadi Penonton!

×

Tantang PJS, Nelson Pomalingo: Pers Jangan Hanya Jadi Penonton!

Sebarkan artikel ini

BATAM,CMNNEWS.ID  – Pers diminta tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga ikut mengambil peran dalam mengawal pembangunan nasional. Salah satunya dengan mendorong terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan melalui pemberitaan yang edukatif, kritis, dan berkualitas.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), Prof. Nelson Pomalingo, saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, 4–5 November 2026.

Di hadapan pengurus dan anggota PJS dari berbagai daerah di Indonesia, Nelson secara khusus menantang insan pers agar tidak sekadar menjadi penonton dalam agenda pembangunan bangsa.

Menurutnya, wartawan memiliki posisi strategis untuk ikut menyukseskan program pemerintah, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Didampingi Sekretaris Jenderal KOPEK, Alias Wello, mantan Bupati Lingga periode 2016–2021 itu turut berbagi pengalaman mengenai pengembangan potensi daerah berbasis sumber daya alam.

Nelson yang pernah memimpin Kabupaten Gorontalo selama dua periode, 2016–2021 dan 2021–2025, mengatakan setiap daerah memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.

Ia menilai Gorontalo dan Kepulauan Riau memiliki sejumlah kesamaan, terutama dari karakteristik wilayah kepulauan dan kekayaan budaya. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang kerja sama serta pertukaran pengalaman dalam mengoptimalkan potensi daerah.

Salah satu sektor yang menjadi perhatiannya adalah perkebunan kelapa. Menurut Nelson, komoditas kelapa memiliki peluang ekonomi besar jika dikelola secara serius melalui investasi, perencanaan jangka panjang, dan kebijakan yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak membiarkan potensi sumber daya alam terbengkalai. Apalagi, penguatan sektor pertanian dan perkebunan menjadi bagian penting dalam mendukung kemandirian pangan nasional.

Nelson: Pers Jangan Hanya Jadi Penonton!

Dalam pemaparannya, Nelson menegaskan bahwa urusan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Organisasi pers dan seluruh elemen masyarakat juga harus ikut berkontribusi.

Ia melihat media siber memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik, menyebarkan informasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sektor pertanian dan pangan.

“Media siber potensinya besar sekali. Saya berharap PJS dapat mengambil peran melalui pemberitaan yang berkualitas, memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pertanian dan pangan, serta membantu pemerintah dalam menyukseskan program ketahanan pangan,” ungkap Nelson.

Menurutnya, kecepatan media online dalam menyampaikan informasi harus berjalan seiring dengan akurasi dan kredibilitas. Jangan sampai tuntutan kecepatan justru mengabaikan tanggung jawab jurnalistik.

Pers, lanjutnya, harus mampu mengangkat potensi daerah, menyampaikan informasi yang mencerdaskan, sekaligus mengawasi pelaksanaan kebijakan pembangunan.

Dengan begitu, pemberitaan tidak hanya berhenti pada penyampaian peristiwa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Didapuk Jadi Pembina PJS, Dorong Wartawan Lebih Profesional

Selain menyoroti peran pers dalam pembangunan, Nelson juga memberikan perhatian terhadap penguatan organisasi PJS.
Dalam kesempatan tersebut, ia didapuk sebagai Pembina PJS. Ia pun mendorong organisasi ini terus berbenah, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia wartawan.

Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai dari pembenahan AD/ART, pembinaan anggota, hingga pengaderan yang terstruktur dan berjenjang, mulai dari tingkat pusat, provinsi, sampai kabupaten/kota.

Peningkatan kompetensi, kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik, dan profesionalisme wartawan juga harus menjadi perhatian utama.
“Tak ada profesional tanpa organisasi,” tegas Nelson.

Pernyataan tersebut menjadi pesan bahwa organisasi pers bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk membangun kapasitas, meningkatkan kompetensi, serta melahirkan wartawan yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Nelson juga mengingatkan agar wartawan tidak kehilangan fungsi kritisnya. Pers harus tetap berani menjalankan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah dan jalannya pembangunan.

Namun, sikap kritis tersebut harus tetap berpijak pada fakta, data, serta etika jurnalistik.
“Kritis itu penting, untuk pengawalan,” ujarnya.
Menurut Nelson, pers memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

Karena itu, wartawan tidak boleh hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga harus berani mengawasi dan menyuarakan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Rakernas III PJS Dibuka Menko Pangan

Sementara itu, Rakernas III PJS secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Kegiatan nasional tersebut turut dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah, perwakilan Forkopimda Kepulauan Riau, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.

Kehadiran Nelson Pomalingo sebagai narasumber sekaligus Pembina PJS menjadi bagian dari pembahasan mengenai kontribusi organisasi pers dalam pembangunan nasional.

Melalui Rakernas III ini, PJS diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta memperluas peran pers dalam mengawal berbagai program pembangunan.

Pesan Nelson menjadi pengingat bahwa tantangan pers ke depan bukan hanya soal kecepatan menyajikan berita, tetapi juga bagaimana informasi yang dipublikasikan mampu memberikan edukasi dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pers harus tetap kritis, profesional, dan independen. Namun, pada saat yang sama, insan pers juga harus mampu menjadi bagian dari solusi dengan mengawal potensi daerah dan agenda besar bangsa, termasuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

(Sumber: Budi Yanto/PJS)

Tinggalkan Balasan