BANGKA

Lima Provinsi Dikukuhkan, SMSI Gelorakan Jaga Desa dan Demokrasi

×

Lima Provinsi Dikukuhkan, SMSI Gelorakan Jaga Desa dan Demokrasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,CMNBEWS.ID — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam menjaga demokrasi, stabilitas nasional, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa dari lima provinsi yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, 27 Agustus 2026.

Lima provinsi yang dikukuhkan dalam kegiatan tersebut yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs Firdaus, M.Si., mengatakan keberadaan Pokja Newsroom Jaga Desa tidak sekadar menjadi program organisasi, tetapi juga bagian dari komitmen SMSI untuk memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan di tingkat desa.

“Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa ini ibarat perjuangan trisula. Pertama, sebagai konstituen Dewan Pers, SMSI hadir sebagai ambasador atau duta bangsa untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tetap kondusif,” ujar Firdaus.

Menurut dia, agenda tersebut sekaligus menjadi bentuk keberpihakan SMSI terhadap pembangunan dan persoalan yang dihadapi masyarakat pedesaan.

“Kedua, Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan afirmasi atas keberpihakan SMSI terhadap masalah pedesaan. Ketiga, ini merupakan manifestasi nyata menjaga NKRI dengan desa sebagai entitas yang sangat penting,” katanya.

Firdaus menilai momentum pengukuhan di tengah dinamika politik nasional memiliki arti tersendiri. Menurutnya, pers tetap harus memegang teguh idealisme dan menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.

“Tempat ini, Hall Dewan Pers, akan menjadi saksi sekaligus monumen atas komitmen SMSI meneguhkan spirit kebangsaan,” tegasnya.

Dia mengatakan lima provinsi yang dikukuhkan bukan dipilih tanpa alasan. Menurutnya, masing-masing daerah telah menunjukkan komitmen melalui program-program yang telah dicanangkan SMSI.

Pengukuhan tersebut merupakan kelanjutan dari pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah daerah. Rangkaian kegiatan diawali di Bali pada awal Juli, kemudian berlanjut ke Lampung, Banten dan Kepulauan Riau.

Wakil Direktur Pemberdayaan Daerah SMSI Pusat, Drs Jayanto Arus Adi, M.M., mengatakan pengukuhan di lima provinsi tersebut akan dilanjutkan dengan pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa di daerah lainnya.

Jayanto yang juga merupakan Ahli Pers Dewan Pers mengatakan, momentum pengukuhan memiliki pesan penting bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Kami dan seluruh keluarga besar SMSI percaya momentum sekarang ini sangat penting sebagai pembelajaran berbangsa dan bernegara secara lebih utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Dr Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., CREL, mengatakan SMSI sejak awal dibangun sebagai organisasi profesional yang bergerak di bidang media dan memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan demokrasi.

Menurutnya, SMSI berkomitmen menjaga stabilitas nasional dan keutuhan negara tanpa menghilangkan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

“SMSI lahir sebagai organisasi profesional yang berkhidmat di bidang media dan sadar untuk memberikan kontribusi riil dalam menjaga demokrasi,” katanya.

Dia menegaskan, komitmen menjaga stabilitas bukan berarti membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Melalui Pokja Newsroom Jaga Desa, Harris mengajak seluruh pengurus dan anggota SMSI di daerah tetap berada dalam koridor jurnalistik yang profesional, terutama dengan menyajikan informasi yang jernih, akurat dan berimbang.

“Di tengah situasi nasional yang dinamis, pers harus tetap profesional dengan menyajikan informasi yang jernih dan berimbang,” pungkasnya. (*/RLS)

Tinggalkan Balasan