BANGKA,CMNNEWS.ID — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka terus mengintensifkan patroli di sejumlah wilayah perairan yang dinilai rawan menjadi jalur penyelundupan barang ilegal.
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan untuk memperketat pengawasan di wilayah perairan, khususnya terhadap pelabuhan-pelabuhan tidak resmi atau yang dikenal masyarakat sebagai pelabuhan tikus.
Kasat Polairud Polres Bangka Iptu Aria Tanjung mengatakan, patroli antisipasi penyelundupan telah dilakukan secara rutin sejak 20 Agustus 2026 dan hingga kini masih terus berlangsung.
“Patroli antisipasi penyelundupan ini telah kami laksanakan sejak 20 Agustus 2026 dan sampai saat ini masih terus berlanjut. Personel kami tempatkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap rawan,” kata Aria Tanjung, Senin (20/8/26)
Menurutnya, kegiatan patroli tersebut menyasar sejumlah dermaga dan pelabuhan di wilayah hukum Polres Bangka, terutama lokasi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur pengiriman komoditas timah ilegal maupun barang lainnya ke luar pulau.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Belinyu, Riau Silip dan Sungailiat.
Di Kecamatan Belinyu, patroli menyasar Pelabuhan Mantung, Batu Dinding dan Pelabuhan Pejem. Sementara di Kecamatan Riau Silip, pengawasan dilakukan di Pelabuhan Air Antu dan Pelabuhan Tuing.
Sedangkan di Kecamatan Sungailiat, personel Satpolairud melakukan patroli di Pelabuhan Rebo, Tanjung Ratu, Rambak serta Gusung Nelayan II.
Aria menegaskan, patroli dilakukan bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar jalur-jalur perairan tidak dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum.
“Kami melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat maupun pergerakan barang di sekitar pelabuhan dan jalur perairan. Apabila ditemukan aktivitas yang mencurigakan, tentu akan kami lakukan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia mengatakan, personel Satpolairud Polres Bangka juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan patroli, terutama pada lokasi yang memiliki akses langsung menuju perairan terbuka.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana mencegah sejak awal. Jangan sampai jalur-jalur yang tidak resmi ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengeluarkan barang secara ilegal dari wilayah Bangka,” katanya.
Selain patroli, personel juga melakukan pendekatan dan memberikan imbauan kepada masyarakat pesisir agar bersama-sama menjaga keamanan wilayah perairan.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya para nelayan dan warga yang tinggal di wilayah pesisir, untuk ikut berperan menjaga keamanan. Jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan, segera sampaikan informasi kepada pihak kepolisian,” tutur Aria.
Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat penting untuk membantu kepolisian melakukan deteksi dini terhadap potensi tindak pidana di wilayah perairan.
“Patroli ini akan terus kami lakukan secara rutin dan berkelanjutan. Kami tidak ingin memberikan ruang bagi pelaku untuk memanfaatkan pelabuhan tikus sebagai jalur penyelundupan,” tegasnya.
Dengan pengawasan yang ditingkatkan, kepolisian berharap potensi penyelundupan dapat dicegah sejak dini sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku yang mencoba memanfaatkan jalur-jalur perairan tidak resmi.





