Bangka,Cmnnews.id –Meski perayaan Idul Adha 1447 Hijriah telah memasuki hari keempat, Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi, baru berkesempatan menggelar open house di Rumah Dinas Ketua DPRD Bangka, Jalan Pemuda, Sungailiat, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bangka, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik, serta warga yang datang untuk bersilaturahmi dalam suasana hari raya.
Jumadi menjelaskan, pelaksanaan open house dilakukan pada hari keempat Idul Adha karena pada hari pertama dirinya memilih merayakan hari raya bersama orang tua.
Sementara pada hari-hari berikutnya kata dia di memanfaatkan waktu untuk mengunjungi keluarga dan kerabat.
“Baru hari ini saya bisa menggelar open house. Hari pertama Idul Adha saya bersama orang tua, kemudian beberapa hari setelahnya bersilaturahmi ke keluarga dan teman-teman,” ujar Jumadi
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, Idul Adha menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarsesama sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.
Adox sapaan akrab Jumadi, menilai semangat persatuan harus terus dijaga, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.
“Kebersamaan dan kekompakan harus tetap terjalin. Walaupun kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, kita harus terus menjaga semangat untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Bangka,” katanya.
Jumadi berharap perayaan Idul Adha tahun ini dapat semakin mempererat kerukunan dan solidaritas masyarakat sehingga mampu menghadapi berbagai persoalan dengan lebih baik ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka itu juga menerima berbagai masukan dari masyarakat, termasuk keluhan para petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Menurutnya, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Bangka akan terus berupaya mencari solusi agar harga TBS kembali stabil sehingga tidak merugikan para petani.
“Kami memahami keresahan masyarakat, khususnya petani sawit. DPRD bersama pemerintah daerah akan terus memperjuangkan agar harga TBS bisa kembali normal dan memberikan kepastian bagi petani,” tegasnya.






