BANGKA

Gubernur Babel Dorong Gula Kelapa AYCO Jadi Primadona Ekonomi

×

Gubernur Babel Dorong Gula Kelapa AYCO Jadi Primadona Ekonomi

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG,CMNNEWS.ID  — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mendorong pengembangan produk gula kelapa dengan merek AYCO sebagai komoditas unggulan baru daerah.

Produk ini dinilai berpotensi menjadi lokomotif ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku usaha hingga petani kelapa di seluruh wilayah Bangka Belitung.

Hidayat mengatakan pengembangan komoditas kelapa merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menata ekonomi Bangka Belitung di era pascatambang timah.

Salah satunya dengan memanfaatkan lahan-lahan nonproduktif maupun eks tambang untuk dijadikan perkebunan kelapa yang produktif.

“Sekarang kebutuhan pasar, baik di dalam negeri maupun mancanegara terhadap coconut milk dan coconut sugar sangat tinggi. Ini peluang yang harus kita tangkap,” kata Hidayat di Pangkalpinang.

Menurutnya, penguatan sektor hilirisasi menjadi kunci dalam membangun ekonomi daerah ke depan. Produk turunan kelapa seperti gula kelapa AYCO diharapkan tidak hanya menjadi produk lokal, tetapi mampu bersaing di pasar internasional.

Karena itu, Hidayat meminta para pelaku usaha yang mengembangkan produk AYCO untuk terus meningkatkan kualitas produksi agar mampu memenuhi standar pasar global.

“Kalau kualitas kita bagus, produk ini bisa menembus pasar internasional. Kita ingin AYCO menjadi kebanggaan Bangka Belitung,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengembangan sektor kelapa telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah disahkan bersama DPRD.

Untuk memperkuat ekosistem industri kelapa, Pemprov Babel juga membuka peluang investasi di sektor pengolahan.

Bahkan, menurut Hidayat, investor asal China telah menyatakan kesiapan untuk membangun pabrik pengolahan kelapa di Bangka Belitung.

Kehadiran pabrik tersebut diharapkan mampu menyerap hasil panen petani secara lebih luas sekaligus memperkuat rantai industri kelapa di daerah.

“Dulu kita punya kejayaan Muntok White Pepper atau lada putih. Ke depan, olahan kelapa melalui AYCO ini yang kita dorong menjadi primadona baru,” katanya.

Hidayat menambahkan, pemerintah daerah menargetkan produk olahan kelapa dari Bangka Belitung dapat menembus pasar internasional, mulai dari negara-negara Asia hingga Eropa.

Dengan dukungan lahan, regulasi melalui RPJMD, serta minat investor, komoditas kelapa diharapkan mampu menjadi salah satu tulang punggung ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Negeri Serumpun Sebalai.

“Ini bukan hanya soal produk, tetapi bagaimana kita membangun ekonomi baru untuk masyarakat Bangka Belitung. Kita ingin petani kelapa sejahtera, UMKM tumbuh, dan produk daerah kita dikenal di pasar dunia,” tutup Hidayat. (*/rls)