HEADLINE

Soroti Lahan Eks Tambang, Dinda Rembulan Dukung Siber Green Day SMSI Bangka

×

Soroti Lahan Eks Tambang, Dinda Rembulan Dukung Siber Green Day SMSI Bangka

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang,Cmnnews.id  – Senator DPD RI asal Bangka Belitung, Dinda Rembulan, angkat suara soal kerusakan lingkungan di Negeri Laskar Pelangi. Ia menegaskan Bangka Belitung tak bisa terus bergantung pada sektor timah, terlebih dengan masih banyaknya lahan eks-tambang yang terbengkalai.

Hal itu disampaikan Dinda saat menerima pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka di kediamannya, Sabtu (7/2/2026).

Dinda mengapresiasi program Siber Green Day yang digagas SMSI Bangka. Program tersebut berfokus pada aksi nyata pelestarian lingkungan, mulai dari penghijauan lahan eks-tambang, bersih-bersih pantai, penanaman mangrove, hingga pelepasan tukik.

Menurut Dinda, kondisi Bangka Belitung saat ini cukup memprihatinkan. Ia mengaku sering melihat langsung dari udara hamparan kolong bekas tambang yang dibiarkan terbuka selama puluhan tahun.

“Babel ini bukan cuma soal timah. Kita punya potensi pariwisata yang luar biasa. Tapi bagaimana mau berkembang kalau lingkungannya tidak kita jaga?” kata Dinda.

Ia menilai masih minimnya inisiatif pemulihan lingkungan menjadi persoalan serius. Banyak lahan eks-tambang yang seharusnya bisa ditata ulang justru dibiarkan tanpa kejelasan.

Dinda berharap Siber Green Day menjadi pemicu lahirnya gerakan serupa di berbagai daerah. Ia juga menyatakan siap terlibat langsung dalam kegiatan tersebut jika waktu memungkinkan.

“Harus ada kolaborasi. Pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat harus bergerak bersama supaya program ini berkelanjutan, bukan hanya satu kali kegiatan,” ujarnya.

Sebagai contoh, Dinda menyebut Danau Kaolin yang kini berkembang menjadi destinasi wisata sebagai bukti bahwa lahan eks-tambang bisa disulap menjadi kawasan produktif.

Gerakan yang dimulai SMSI Bangka di Pulau Tiga diharapkan menjadi awal perubahan wajah lingkungan Bangka Belitung.

“Sudah terlalu lama lahan-lahan ini terbengkalai, bahkan lebih dari 20 tahun. Kita tidak boleh pasrah. Lingkungan yang pulih akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tutup Dinda.