HEADLINE

Latihan Tempur Digelar di Babel, 41 Ribu Prajurit TNI Dikerahkan

×

Latihan Tempur Digelar di Babel, 41 Ribu Prajurit TNI Dikerahkan

Sebarkan artikel ini

Babel.Cmnnews.id  — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi lokasi latihan terintegrasi terbesar TNI Tahun Anggaran 2025. Sejak Selasa (18/11/2025), ribuan prajurit dari tiga matra mulai tiba di Pulau Bangka untuk mengikuti rangkaian latihan yang digelar di sejumlah titik strategis.

Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (19/11/2025), yang turut disaksikan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoedin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta jajaran pejabat tinggi militer lainnya.

Menhan: Babel Punya Nilai Strategis Nasional

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menegaskan bahwa Bangka Belitung dipilih karena wilayah ini memiliki posisi strategis, baik dari sisi geografis maupun ekonomis.

“Pertimbangan Babel sebagai tempat latihan karena ada nilai strategis, geografis, dan ekonomis. Daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan menjadi komoditas strategis nasional yang harus kita amankan,” kata Sjafrie.

Ia juga menyoroti keberadaan praktik pertambangan ilegal yang dinilai merusak tata kelola sumber daya alam.

“Di balik izin tambang pasir kuarsa yang sah secara administratif, tersimpan praktik penambangan timah ilegal. Pemerintah harus hadir dalam menyelamatkan aset negara serta penegakan hukum,” ujarnya.

41.397 Prajurit TNI Laksanakan Latihan Gabungan

Latihan terintegrasi tahun ini melibatkan 41.397 prajurit dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, hingga Koopsus TNI. Berbagai alutsista strategis turut digunakan untuk menguji kesiapsiagaan operasi tempur lintas matra.

Materi latihan yang digelar meliputi:

Operasi Lintas Udara: penerjunan pasukan dan simulasi serangan udara di Desa Mabat, Kecamatan Bakam, Bangka.

Operasi Laut Gabungan: manuver KRI dan operasi laut di perairan Belinyu.

Simulasi Penindakan Tambang Ilegal: penyergapan aktivitas pertambangan liar di kawasan hutan Dusun Nadi, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah.

Simulasi penindakan tambang ilegal menjadi penutup rangkaian latihan dan menggambarkan fokus TNI terhadap potensi ancaman yang berkaitan dengan penyalahgunaan sumber daya alam.

Medan Babel Dinilai Ideal untuk Latihan Tingkat Tinggi

Sjafrie menjelaskan bahwa karakteristik alam Babel sangat mendukung pelaksanaan latihan pasukan khusus dan operasi gabungan.

“Secara geografis, Bangka Belitung merupakan wilayah kepulauan dengan medan perbukitan, hutan tropis, garis pantai panjang, dan pulau-pulau kecil,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai ideal untuk menguji kemampuan reaksi cepat, fleksibilitas taktis, serta efektivitas komunikasi antar unsur pasukan.

Latihan gabungan ini mengusung tema “Komando Gabungan (Kogab) TNI melaksanakan Latihan TNI/Matra di wilayah Bangka Belitung dalam rangka menanggulangi ancaman dan gangguan terhadap ketahanan dan keamanan wilayah.”

Tujuan latihan meliputi:

meningkatkan profesionalisme prajurit TNI,

menguji kesiapsiagaan alutsista terpadu,

mengukur kemampuan operasional satuan,

memperkuat sinergi antar matra,

serta mendukung pelaksanaan OMSP, terutama terkait konflik kepentingan di kawasan hutan dan pertambangan.

Dengan skenario operasi kompleks dan pelibatan personel dalam jumlah besar, Latihan Terintegrasi TNI 2025 di Bangka Belitung menjadi salah satu latihan berskala terbesar yang digelar TNI dalam beberapa tahun terakhir.