BANGKA,CMNNEWS.ID – Pengusaha timah Akbar angkat bicara terkait sejumlah pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan kepemilikan CV TGV. Menurutnya, informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Akbar menegaskan bahwa dirinya merupakan pemilik perusahaan yang menjadi mitra resmi PT Timah Tbk dalam kegiatan penambangan pasir timah. Ia menyebut berbagai tudingan yang berkembang belakangan ini telah menyudutkan dirinya dan aktivitas usaha yang dijalankan.
“Selama ini yang kami lakukan adalah membantu agar perekonomian masyarakat lokal tetap hidup, sehingga mereka bisa hidup layak dan merasakan manfaat sumber daya alam di tanah mereka sendiri,” kata Akbar, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, sektor pertambangan timah masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di tengah upaya pemulihan ekonomi daerah, keberadaan mitra resmi PT Timah dinilai memiliki peran dalam menyerap hasil produksi penambang dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Akbar menjelaskan, kondisi di lapangan menunjukkan banyak masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan. Karena itu, ia menilai diperlukan sinergi antara penambang, pengelola, mitra perusahaan, dan pemerintah agar kegiatan pertambangan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga menyoroti peran kolektor resmi atau mitra perusahaan sebagai bagian dari rantai tata niaga timah. Menurutnya, keberadaan pihak tersebut menjadi wadah penampung hasil produksi masyarakat sehingga dapat terserap melalui jalur yang sah.
“Kalau rantai penyerapan ini terputus, masyarakat kecil yang paling terdampak karena mereka kehilangan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Akbar berharap pemerintah dapat segera merealisasikan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Bangka Belitung. Menurutnya, keberadaan WPR dapat menjadi solusi dalam penataan aktivitas pertambangan rakyat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.
“Kami berharap dengan hadirnya Wilayah Pertambangan Rakyat nanti, masyarakat bisa bekerja dengan lebih tenang dan kegiatan pertambangan rakyat dapat berjalan sesuai aturan. Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak dapat bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung,” pungkasnya.






