Pangkalpinang,Cmnnews.id – Musyawarah Provinsi (Musprov) III Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Bangka Belitung resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal SMSI Pusat, Maliki Kumar, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang digelar di Ruang Pertemuan OR Pemkot Pangkalpinang itu menjadi momentum konsolidasi sekaligus evaluasi organisasi media siber terbesar di dunia.
Dalam sambutannya, Maliki menegaskan peran strategis pers sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari keberadaan pers yang kuat dan profesional.
“Pers adalah pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pers merupakan ujung tombak dan garda terdepan. Jika bangsa ini ingin besar, maka majukanlah pers di Indonesia, termasuk SMSI,” kata Maliki.
Maliki mengungkapkan, SMSI saat ini tercatat sebagai organisasi perusahaan pers siber terbesar di dunia dengan jumlah anggota mencapai 3.181 perusahaan media yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Capaian tersebut bahkan telah mendapat pengakuan melalui Rekor MURI.
Meski demikian, ia mengakui dunia pers saat ini tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain persoalan disiplin media, maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
Namun, Maliki optimistis media-media yang tergabung dalam SMSI tetap mampu menjadi sumber informasi terpercaya di tengah derasnya arus informasi yang beredar di ruang digital.
“Kami mengibaratkan produk jurnalistik SMSI seperti air mineral. Meskipun terjadi banjir air keruh yang melimpah, masyarakat akan tetap mencari air yang bersih dan sehat. Kami yakin teman-teman SMSI di Bangka Belitung akan menjadi penyaji informasi yang menyehatkan masyarakat demi kepentingan bangsa,” ujarnya.
Menurut Maliki, Musprov III SMSI Babel juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi, menjaga soliditas organisasi, serta merumuskan program kerja ke depan. Ia berharap SMSI Babel dapat berkembang menjadi salah satu kepengurusan daerah terbaik di Indonesia.
Untuk mewujudkan hal itu, seluruh pengurus diminta membangun sinergi yang kuat, baik dengan pengurus pusat maupun berbagai mitra strategis di daerah.
Sebagai salah satu konstituen Dewan Pers, SMSI juga terus dilibatkan dalam berbagai pembahasan kebijakan strategis nasional.
Mulai dari revisi sistem verifikasi media siber, perumusan kebijakan pers nasional, hingga pembentukan yayasan yang bertujuan memperkuat dan melindungi ekosistem jurnalisme Indonesia.
“Oleh karena itu, kita harus percaya diri dan bangga. Kita berada di wadah organisasi yang tepat untuk memajukan industri pers, sekaligus memastikan orang-orang di dalamnya dapat hidup sejahtera dan berkembang bersama,” tutup Maliki.







