BANGKAHEADLINE

Dua Tahun Empat Bulan Mengabdi di Bangka, AKP Junaidi Dikenang Humanis dan Berprestasi

×

Dua Tahun Empat Bulan Mengabdi di Bangka, AKP Junaidi Dikenang Humanis dan Berprestasi

Sebarkan artikel ini

Bangka,Cmnnews.id  — Sosok AKP Junaidi, SH bukanlah nama asing bagi masyarakat Kabupaten Bangka. Perwira yang menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Bangka selama kurang lebih dua tahun empat bulan itu dikenal dekat dengan berbagai kalangan masyarakat.

Kini, setelah menuntaskan masa tugasnya di Polres Bangka, AKP Junaidi melanjutkan pengembangan karier dengan mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimma) Polri.

Selama memimpin Satuan Intelkam Polres Bangka, Junaidi dinilai meninggalkan kesan positif. Selain dikenal tegas dalam menjalankan tugas, ia juga memiliki pendekatan yang humanis kepada masyarakat.

Karakter ramah dengan kebiasaan senyum dan menyapa membuat perwira dengan tiga balok di pundaknya itu mudah diterima di berbagai lapisan masyarakat di Negeri Sepintu Sedulang.

Tak hanya masyarakat, hubungan baik juga terjalin dengan kalangan awak media. Selama bertugas, Junaidi dikenal terbuka dalam memberikan informasi sehingga berbagai perkembangan situasi dapat tersampaikan secara jelas kepada publik.

Saat ditemui wartawan, Junaidi menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Polres Bangka yang selama ini mendukung dirinya menjalankan tugas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Bangka, para PJU serta seluruh rekan-rekan anggota yang telah memberikan dukungan selama saya bertugas. Tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak, tentu tugas-tugas yang dijalankan tidak akan berjalan dengan baik,” ujar Junaidi, Senin (25/30/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan hingga mahasiswa yang turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bangka.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi mahasiswa, ormas, OKP serta seluruh masyarakat Bangka yang selalu mendukung tugas kepolisian sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” katanya.

Menurut Junaidi, selama bertugas di Kabupaten Bangka, dinamika kamtibmas yang dihadapi cukup kompleks. Mulai dari persoalan politik, konflik sosial hingga isu ekonomi di tengah masyarakat.

Meski begitu, berbagai dinamika tersebut dapat dikelola dengan baik melalui komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Selama memimpin di sini, dinamika kamtibmas mulai dari politik, konflik sosial hingga persoalan ekonomi bisa kita manajemen dengan baik. Alhamdulillah situasi tetap kondusif,” ungkapnya.

Ia mencontohkan dinamika politik yang sempat memanas saat tahapan pesta demokrasi, mulai dari Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden hingga Pemilihan Kepala Daerah.

Namun melalui koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, situasi dapat diredam tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Situasi politik yang sempat memanas bisa kita redam. Itu juga berkat dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi lintas sektor, termasuk organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan,” jelasnya.

Selain isu politik, ia juga menyoroti polemik aktivitas penambangan di kawasan HGU serta persoalan ekonomi yang sempat berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, pendekatan dialog dan komunikasi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

“Pro kontra penambangan di wilayah HGU memang sempat terjadi, tetapi semua dapat kita kelola tanpa adanya korban. Pendekatan dialog dan kolaborasi menjadi kunci,” katanya.

Caption: Waktu masih menjabat Kasatintelkam Polres, AKP Junaidi saat memberikan pelayanan pembuatan SKCK dengan Warga, 

Di sisi lain, selama menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Bangka, Junaidi juga berhasil membawa prestasi melalui capaian pelayanan SKCK yang meraih penghargaan tingkat nasional.

“Pelayanan SKCK Polres Bangka meraih juara kedua tingkat nasional berdasarkan survei kepuasan masyarakat oleh tim independen yang dibentuk langsung oleh Kapolri,” ungkapnya.

Dalam penilaian tersebut, posisi pertama diraih oleh Polda Sumatera Utara, disusul Polres Bangka di posisi kedua dan Polda Bali di posisi ketiga.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa dengan keterbatasan sarana dan prasarana, Polres Bangka tetap mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis kepada masyarakat.

“Walaupun dengan keterbatasan sarana, kita tetap bisa memberikan pelayanan cepat, transparan, humanis dan bersih dari korupsi,” tegasnya.

Junaidi menambahkan, pengalaman paling berkesan selama bertugas di Bangka adalah bagaimana aparat kepolisian bersama masyarakat mampu mengelola berbagai konflik yang muncul tanpa menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Yang paling berkesan tentu bagaimana kita memanajemen konflik di masyarakat. Walaupun sempat ada demo ke Polres Bangka terkait hasil pemilu legislatif, semuanya bisa dijelaskan dan diselesaikan dengan baik,” tutupnya.