BANGKAHEADLINE

AYCO Resmi Meluncur, SMSI Bangka Bidik Pasar Ekspor 

×

AYCO Resmi Meluncur, SMSI Bangka Bidik Pasar Ekspor 

Sebarkan artikel ini

Bangka,Cmnnews.id  – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka meluncurkan produk gula kelapa bermerek “AYCO” sebagai bagian dari upaya hilirisasi komoditas lokal di tengah tantangan ekonomi pasca tambang di Bangka Belitung.

Peluncuran AYCO disebut bukan sekadar langkah bisnis, tetapi juga misi mendorong penguatan sektor pertanian, khususnya kelapa, agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Merek AYCO memiliki filosofi “Sayang Kelapa Ku”. Produk ini menyasar tren gula semut yang permintaannya terus meningkat. Saat ini, SMSI Bangka tengah menjalin komunikasi dengan UPTD Kemasan dan Produksi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bangka Belitung guna mendaftarkan AYCO sebagai produk resmi di bawah pengawasan regulasi daerah.

Ketua SMSI Bangka, Ahmad Wahyudi, menegaskan gula kelapa AYCO dibuat dari air bunga atau mayang (manggar) kelapa tanpa campuran bahan tambahan.

“Kami ingin AYCO menjadi penggerak utama dalam mengembangkan produk yang memiliki daya saing global. Ini murni dari air mayang kelapa, tanpa campuran apa pun,” kata Ahmad Wahyudi dalam keterangannya.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang mulai menggeser fokus dari sektor pertambangan ke komoditas perkebunan berkelanjutan. Kelapa dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan Bangka Belitung.

Kehadiran AYCO diharapkan dapat meningkatkan nilai jual kelapa sekaligus mendongkrak pendapatan petani. SMSI Bangka juga menargetkan produk ini mampu menembus pasar ekspor, mengikuti jejak komoditas unggulan daerah seperti lada putih Muntok yang telah lebih dulu dikenal di pasar global.

Meski demikian, Ahmad Wahyudi berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada tahap seremonial.

“Kami berharap pemerintah ikut serta menjadikan sektor ini sebagai penggerak ekonomi. Jangan hanya sebatas program yang berganti seiring bergantinya pemimpin. Kami butuh keberlanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa AYCO tidak hanya membawa misi bisnis, tetapi semangat pemberdayaan.

“Kami ingin petani merasakan langsung manfaatnya. Jika hilirisasi berjalan baik, maka nilai tambah tidak lagi keluar daerah. Ini saatnya Bangka Belitung bangkit dengan kekuatan komoditas sendiri,” tutupnya.

SMSI Bangka menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam hal legalitas, pengemasan, hingga distribusi agar AYCO mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan