BANGKA,CMNNews. – Nelayan Sungailiat, Bulbul, melontarkan kritik terhadap Ketua organisasi nelayan di Kabupaten Bangka, Lkman. Kritik itu berkaitan dengan aktivitas pendalaman alur Muara Air Kantung yang dilakukan masyarakat secara swadaya.
Menurut Bulbul, organisasi nelayan seharusnya menjadi wadah bagi nelayan untuk menyampaikan keluhan sekaligus mencari solusi atas persoalan pendangkalan alur Muara Air Kantung.
Bulbul mengaku kecewa lantaran, menurut versinya, Ketua organisasi justru mengkritisi aktivitas pendalaman alur yang dilakukan masyarakat. Ia berharap persoalan tersebut dilihat secara langsung dari kondisi di lapangan.
“Seharusnya Ketua organisasi nelayan mendukung upaya pendalaman alur untuk kepentingan nelayan di Pelabuhan Perikanan Air Kantung Sungailiat, bukan sebaliknya membuat kegaduhan dengan melaporkan aktivitas tersebut,” kata Bulbul saat ditemui di salah satu warung kopi di kawasan Pelabuhan Sungailiat, Sabtu (3/10/2026).
Bulbul mengatakan persoalan pendangkalan Muara Air Kantung bukan hal baru. Ia mengklaim kondisi alur yang dangkal setiap tahun berdampak terhadap aktivitas nelayan.
“Setiap tahun pendangkalan terjadi. Bahkan menurut saya sudah banyak kapal yang mengalami masalah karena kondisi alur. Nelayan yang akhirnya dirugikan karena tidak bisa melaut,” ujarnya.
Ia meminta Ketua organisasi nelayan melihat persoalan tersebut secara objektif, termasuk aktivitas masyarakat yang melakukan pendalaman alur secara mandiri.
Menurut Bulbul, masyarakat melakukan kegiatan tersebut menggunakan biaya sendiri karena belum ada solusi pengerukan yang dinilainya memadai dari pemerintah.
“Saya minta Ketua organisasi melihat secara objektif keberadaan masyarakat yang ikut membantu pendalaman alur. Mereka menggunakan biaya mandiri, sementara pemerintah seakan belum memberikan solusi untuk pengerukan Muara Air Kantung,” katanya.
Bulbul juga menyinggung aktivitas penambangan di sekitar kawasan Muara Air Kantung. Ia mengklaim terdapat aktivitas penambangan skala besar di sekitar kawasan tersebut yang menurutnya juga perlu dikaji dampaknya terhadap kondisi alur.
“Kalau memang aktivitas yang dilakukan di muara itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, saya setuju semua harus dihentikan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Namun, Bulbul berpandangan aktivitas yang dinilainya membantu membuka alur dan memberikan manfaat bagi nelayan perlu dicarikan solusi bersama.
“Kalau ada manfaatnya, sementara pemerintah belum punya solusi, mari kita dukung dan cari jalan keluarnya. Jangan sampai nelayan yang menjadi korban,” katanya.
Bulbul berharap organisasi nelayan dapat menjadi jembatan antara masyarakat nelayan, pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan Muara Air Kantung.
“Yang kami butuhkan sebenarnya solusi. Nelayan ingin alurnya aman supaya bisa keluar masuk dan melaut,” ujarnya.





