Bangka,Cmnnews.id — Sat Intelkam Polres Bangka berhasil meraih prestasi nasional dalam layanan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Penghargaan dari Mabes Polri dan peringkat kedua Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) nasional sukses diraih Sat Intelkam Polres Bangka beberpa hari yang lalu di Jakarta 2025.
Capaian ini langsung mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Mutasi Kepegawaian BKPSDMD Kabupaten Bangka, Achmad Riyadi. Ia menyebut kinerja Polres Bangka khususnya Sat Intelkam layak dijadikan contoh pelayanan publik yang cepat dan profesional.
“Atas nama BKPSDMD Kabupaten Bangka, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian gemilang ini,” kata Riyadi, Kamis (4/2/25).
Menurutnya, penghargaan tersebut membuktikan adanya komitmen, inovasi, dan kerja keras seluruh personel Polres Bangka dalam memberikan layanan yang cepat, akurat, dan transparan.
Caption, Kasat Intel Polres Bangka,AKP Junaidi SH, saat menerima pemghargaan di Jakarta,
Riyadi menjelaskan, SKCK merupakan dokumen vital bagi pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), baik CPNS maupun PPPK. Karena proses rekrutmen dikoordinasikan BKPSDMD, kualitas layanan SKCK sangat mempengaruhi kelancaran administrasi kepegawaian di daerah.
“Layanan SKCK yang prima memastikan calon abdi negara bisa menyelesaikan persyaratan tepat waktu. Ini sangat membantu proses berjalan sesuai target,” ujarnya.
Yang paling disorot Riyadi adalah kemampuan Sat Intelkam menuntaskan penerbitan sebanyak 2.835 SKCK hanya dalam waktu satu minggu. Tenggat tersebut diberikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam proses pemenuhan berkas CASN.
“Walaupun waktunya cuma satu minggu, Sat Intelkam tetap mampu bekerja maksimal. Profesionalismenya luar biasa,” tegasnya.
Riyadi berharap prestasi nasional ini menjadi dorongan bagi instansi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan layanan.Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Pemkab Bangka dan Polres Bangka.
“Harapan kami, Polres Bangka terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah. Pelayanan publik yang profesional dan berintegritas harus jadi budaya kerja bersama,” pungkasnya.







