HEADLINEPEMERINTAHAN

Tanggul Pantai Batu Berani Belum Rampung, PUPR Kekurangan 500 Geobag

×

Tanggul Pantai Batu Berani Belum Rampung, PUPR Kekurangan 500 Geobag

Sebarkan artikel ini
Kondisi tanggul Pantai Batu Berani terkini, Sabtu ( 8/4/23 ).

BANGKA BARAT — Jelang tiga bulan, pemasangan tanggul di Pantai Batu Berani atau populer disebut Pantai Asmara di Kecamatan Muntok akibat abrasi sejak Januari lalu hingga kini belum juga rampung.

Pantai yang biasanya diramaikan oleh pedagang otak – otak tersebut tampak lengang, hanya tampak satu pondok saja yang terlihat berjualan, walaupun sepi pembeli.

Pantai yang terdampak abrasi pun masih terkesan berantakan, di mana cerucuk dan geobag untuk penahan terjangan ombak terlihat belum rampung dikerjakan.

Menurut Minchel, seorang pedagang otak – otak yang masih setia mangkal mencari peruntungan di Pantai Batu Berani, pengerjaan pemasangan tanggul sudah terhenti sejak sebelum bulan Ramadhan.

“Dari sebelum puasa sudah nggak dikerjakan lagi, nggak tau lah kenapa berhenti. Kalau mau dilanjutkan tahun depan nanti keburu kena ombak lagi,” ujar Minchel, Sabtu ( 8/3/2023 ) sore.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Novianto saat dikonfirmasi mengatakan, pekerjaan pemasangan tanggul terhenti karena terkendala geobag.

Pihaknya masih menunggu bantuan geobag dari Balai Wilayah Sungai Provinsi Bangka Belitung agar pemasangan tanggul tersebut bisa dilanjutkan.

“Nunggu bantuan geobag dari Balai Wilayah Sungai. Kita masih membutuhkan 500 piece geobag Bang,” kata Novianto via WhatsApp, Sabtu sore.

Sejak Januari 2023 lalu Pantai Batu Berani dilanda abrasi cukup parah hingga merusak jalan aspal di pinggir pantai serta merobohkan tempat berdagang pelaku UMKM yang biasa mangkal menjual otak – otak.

Dinas PUPR bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Bangka Barat langsung terjun ke lapangan guna memantau dampak abrasi yang menggerogoti pantai tersebut.

Kabid Pengairan Dinas PUPR Bangka Barat Dekky Edwar, Rabu ( 25/1/23 ) mengatakan, untuk penanganan darurat pihaknya akan memasang geobag dan cerucuk kayu sebagai tanggul penahan sementara di sepanjang bibir pantai sepanjang kurang lebih 75 meter.

Menurut Dekky pihaknya akan mengerjakannya secepat mungkin. Dia memperkirakan bila cuaca dan faktor lainnya mendukung, maka pemasangan tanggul akan selesai dalam waktu dua minggu.

“Kalau lancar cuaca bagus sekitar dua minggu bisa selesai mudah – mudahan.
Untuk sementara ini dari Bangka Barat yang menangani belum ada campur tangan provinsi karena ini sudah termasuk parah abrasinya ini,” terang Dekky. ( SK )

READ  Warga Dihebohkan dengan Penemuan Mayat di Pantai Pasir Kuning