HEADLINEPEMERINTAHAN

Novianto: Lubang di Jalan Arah Dusun Jungku – Selindung akan Segera Ditangani

×

Novianto: Lubang di Jalan Arah Dusun Jungku – Selindung akan Segera Ditangani

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas PUPR Bangka Barat, Novianto.

BANGKA BARAT — Kepala Dinas PUPR Bangka Barat, Novianto mengatakan, akses jalan ke arah Dusun Jungku dan Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok sudah didata dan akan dikerjakan dalam waktu dekat.

Diketahui akses jalan tersebut terdapat lubang menganga yang cukup besar hingga mengganggu kelancaran lalu lintas warga sekitar.

“Jalan ke Dusun Jungku – Selindung, Desa Air Putih itu sebenarnya sudah masuk kami data dan dalam sehari dua hari ini kami akan intervensi. sekarang ini sebenarnya materialnya lagi kami kumpulin. Jadi kami sebelum eksekusi mengcrossing gorong-gorong kami harus menyiapkan yang namanya bukalfat,” jelas Novianto.

“Jadi buka bukalfatnya kami mobilisasi dulu nanti kalau secara kebutuhannya bukalfat timbunannya sudah siap di sana, nanti bisa langsung dicrossing,” sambung dia usai dilantik di Gedung Graha Aparatur, Rabu ( 26/7/23 ) kemarin.

Menurut dia penanganan lubang tersebut tidak dapat dilakukan serta merta tanpa perhitungan, sebab dikhawatirkan memutus akses jalan warga setempat. Karena itu segala sesuatunya harus dipersiapkan terlebih dahulu.

Sedangkan akses jalan yang rusak di Dusun IV, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok menurutnya juga sudah didata. Sebelumnya pihak PUPR pun sudah mendapat informasi dari DPRD Bangka Barat.

“Kalau nggak salah itu ada kerusakan jalan. Itu sudah kami data juga kebetulan kemarin juga ada anggota dewan dari pimpinan juga menginformasikan ke kita sudah kita data kita tinggal action aja,” ujar Novianto.

Diberitakan sebelumnya, lubang sedalam kurang lebih dua meter menganga hingga ke badan jalan Desa Air Putih ke arah Dusun Selindung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Lubang yang tergerus air itu terlihat semakin melebar ke tengah membuat jalan tersebut terancam terputus, karena sudah tampak keretakan aspal di sekitar lubang tersebut.

Selain pelepah daun kelapa kering dipasang warga sebagai tanda, terlihat pula plang rambu yang dipasang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Bangka Barat agar pengguna jalan berhati – hati saat melintas di jalan tersebut.

Kepala Desa Air Putih Sulaiman mengatakan, lubang menganga di ruas jalan ke arah Dusun Selindung itu telah mereka laporkan ke Dinas PUPR dan pihak dinas awalnya sudah mengambil tindakan dengan melakukan penimbunan.

“Kami kemarin sudah laporan ke PU dan kemarin kan sudah ditembok ( ditimbun ) tapi karena ada hujan lebat kemarin ambruk lagi dan kami laporkan lagi ke PU,” kata Sulaiman saat ditemui di Kantor Desa Air Putih, Selasa ( 4/7/2023 ).

Sulaiman tidak menampik lubang tersebut rawan menjadi penyebab kecelakaan, apalagi bila malam hari di lokasi itu tidak ada penerangan apapun. Warga pun memasang tanda seadanya selain plang dari Dinas PUPR agar pengguna jalan berhati – hati.

“Kalau malam paling dipasang rambu – rambu, itu kan ada plang dari PU. Lubang itu belum lama. Memang warga pasti ngeluh kan biasanya jalan bagus. Jadi begitu ambruk langsung kami lapor menghadap ke Kabid Bina Marga. Pagi kami laporkan siang mereka datang langsung aksi. Tapi kemudian berlubang lagi dan kami laporkan lagi,” jelas Kades.

Sementara itu Kabid Bina Marga Dinas PUPR Bangka Barat Heriyandi mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera mengambil tindakan guna mengatasi lubang  tersebut.

“Iya kemarin kan sudah ditangani, ternyata memang ada gorong – gorong yang pecah. Insya Allah dalam waktu dekat lah. Kami masih merespon yang di Parittiga ini. Dalam waktu dekat kami ganti nanti, rencana box-nya. Kan box precast sudah ready tinggal menggantinya saja nanti. Kami usahakan secepatnya,” ujar Heriyandi via telepon.

Menurut dia, penyebab air menggerogoti badan jalan karena gorong – gorong yang sudah rapuh, sehingga menyebabkan kebocoran dan menggerus tanah di bawahnya. Menurut Andi, adanya kebun sawit warga setempat tidak menjadi kendala, karena yang akan diperbaiki hanya gorong – gorongnya yang sudah rapuh.

“Kebun sawit warga di sebelahnya mudah – mudahan tidak menggangu lah. Dia itu gorong – gorong lamanya ada yang retak, bocor. Gorong – gorong jaman dulu itu ada yang rapuh sehingga ada yang bocor,” tutup Andi. ( SK )

READ  Tanggul Pantai Batu Berani Belum Rampung, PUPR Kekurangan 500 Geobag