{"id":9127,"date":"2025-01-30T20:15:21","date_gmt":"2025-01-30T13:15:21","guid":{"rendered":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=9127"},"modified":"2025-01-30T20:26:36","modified_gmt":"2025-01-30T13:26:36","slug":"perdagangkan-satwa-liar-pelaku-terancam-15-tahun-penjara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=9127","title":{"rendered":"Perdagangkan Satwa Liar, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara"},"content":{"rendered":"<p><b>Pangkalpinang,Cmnnews.id <\/b>\u00a0\u2013 Personel Subdit Gakum Direktorat Polairud Polda Babel berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi, yaitu Kancil atau Planduk<b>\u00a0<\/b>tanpa dokumen resmi.<\/p>\n<p>Sebanyak 12 ekor Pelanduk<b>\u00a0<\/b>diamankan dalam operasi ini, dengan rincian 7 ekor dalam kondisi hidup dan 5 ekor sudah mati.<\/p>\n<p>Direktur Polairud Polda Babel melalui Kasubdit Gakkum AKBP Ritman Todoan Agung Galtom mengungkapkan bahwa pihaknya menangkap seorang pria berinisial BD<b>, <\/b>warga Kabupaten Bangka Selatan, saat turun dari speedboat di Dermaga Penumpang Suka Damai, Kecamatan Toboali, Sabtu (25\/1\/2025) pekan lalu.<\/p>\n<p><i>&#8220;Pelanduk yang kami amankan berjumlah 12 ekor. Saat ini, yang masih hidup sudah kami serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut,&#8221;<\/i>ujar AKBP Gultom, Rabu (29\/1\/2025).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9128\" src=\"https:\/\/cmnnews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250130-WA0013-500x375.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\" \/><\/p>\n<p>Dari hasil pemeriksaan, Bd mengaku mendapatkan pelanduk tersebut dari daerah Sungai Lumpur, Provinsi Sumatera Selatan, Satwa itu ditangkap menggunakan perangkap dari rali nilon<\/p>\n<p><i>&#8220;Rencananya, pelanduk-pelanduk itu akan dijual dengan harga Rp1 juta per ekor atau untuk dikonsumsi sendiri,&#8221; <\/i>kata AKBP Gultom.<\/p>\n<p>Berdasarkan alat bukti yang cukup, Bd kini telah ditetapkan sebagai tersangka\u00a0dan ditahan di Ruang Tahanan Mako Direktorat Polairud Polda Babel<\/p>\n<p>Ia diduga melanggar Pasal 40A Ayat I Huruf (d), Huruf (e), dan Ayat 2 huruf (b) undang-undang nomor 32 tahun 2024 yang merupakan perubahan atas undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya<\/p>\n<p>Selain itu, kasus ini juga mengacu pada <b>Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor: P.106\/MENLHK\/SEKJEN\/KUM.1\/12\/2018<\/b> yang mengatur tentang tumbuhan dan satwa yang dilindungi<\/p>\n<p><i>&#8220;Tersangka terancam pidana penjara paling lama 15 tahun<\/i><i> dan paling singkat 3 tahun<\/i><i>,&#8221;<\/i>\u00a0tegas AKBP Gultom.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:Kabarbangka.com <!--\/data\/user\/0\/com.samsung.android.app.notes\/files\/clipdata\/clipdata_bodytext_250130_200656_563.sdocx--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pangkalpinang,Cmnnews.id \u00a0\u2013 Personel Subdit Gakum Direktorat Polairud Polda Babel berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi, yaitu Kancil&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9129,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[399],"newstopic":[2991],"class_list":["post-9127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","tag-dir-polairud-polda-babel","newstopic-satwa-liar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9127"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9132,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9127\/revisions\/9132"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9127"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=9127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}