{"id":6975,"date":"2024-02-07T16:58:31","date_gmt":"2024-02-07T09:58:31","guid":{"rendered":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=6975"},"modified":"2024-02-07T17:47:30","modified_gmt":"2024-02-07T10:47:30","slug":"perompak-sadis-sikat-kapal-nelayan-di-tempilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=6975","title":{"rendered":"Perompak Sadis Sikat Kapal Nelayan di Tempilang"},"content":{"rendered":"\r\n<p><strong>BANGKA BARAT<\/strong> &#8212; Lima orang komplotan perompak bersaudara menggasak dua kapal bubu nelayan di perairan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Jum&#8217;at ( 19\/1\/2024 ) lalu. <br \/><br \/>Kapal yang menjadi mangsa kawanan perompak asal Sungsang, Sumatera Selatan itu adalah KM Mega Padang, milik seorang nelayan Tempilang bernama Sudirga alias Dirga dan KM Guna 1 milik Karjono. <br \/><br \/>Wakapolres Bangka Barat Kompol Iman Teguh Prasetyo menerangkan, para pelaku terdiri dari lima orang. Mereka adalah Mat Yani ( 22 ), Hidayat ( 28 ), Mat Raye, Krisna alias Nyonya ( 21 ) dan Rudi ( 39 ), semuanya warga Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan. <br \/><br \/>&#8220;Mereka ini kakak adik atau bersaudara, kecuali Rudi. Mereka tergolong sadis karena membawa senjata tajam berupa parang dalam melakukan aksinya, &#8221; terang Wakapolres saat Konferensi Pers di Gedung Catur Prasetya, Mako Polres Bangka Barat, Rabu ( 7\/2 ). <br \/><br \/>Saat kejadian, Jumat sore KM Mega Padang berlayar berdekatan dengan KM Guna 1 di perairan Pulau Nangka, Kabupaten Bangka Tengah menuju perairan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. <br \/><br \/>Ketika tiba di perairan Tempilang, mereka dihadang oleh kapal kecil tanpa atap bertuliskan Doa Ibu yang berisi empat kawanan perompak. <br \/><br \/>Setelah menghentikan kapal Sudirga dan Karjono, tiga orang perompak naik ke kapal membawa dua bilah parang, meminta awak kapal tiarap di lantai dan mengancam dengan sajam. <br \/><br \/>Bahkan untuk menakut &#8211; nakuti korbannya, mereka membacok kapal sambil melontarkan kata &#8211; kata ancaman. <br \/><br \/>&#8220;Beberapa barang milik korban mereka ambil antara lain, handphone, solar 300 liter milik Sudirga dan 200 liter milik Karjono dan dompet berisi uang Rp700.000 serta GPS, &#8221; kata Iman Teguh. <br \/><br \/>Sat Polairud Polres Bangka Barat mulai melakukan penyelidikan sejak 20 Januari 2024, berkoordinasi dengan kepolisian Banyuasin dan berhasil mendapatkan informasi dari masyarakat, kapal kecil bernama Doa Ibu berada di Sungsang.<br \/><br \/>Meskipun tulisan Doa Ibu pada kapal sudah dihilangkan untuk mengelabui polisi, upaya tersebut sia &#8211; sia. Personel Polairud tetap bisa mengetahui kapal tersebut. Dan pada Senin 5 Februari 2024 para pelaku berhasil diringkus.<br \/><br \/>&#8220;Kita mengamankan Mat Raye dan pada hari yang sama tiga lainnya juga berhasil diamankan di Sungsang. Dari penangkapan itu diketahui pelakunya ada lima orang, &#8221; ucap Iman. <br \/><br \/>Tiga pelaku yang diringkus bersama Mat Raye yaitu Krisna, Rudi dan Hidayat. Sedangkan Mat Yani masih buron. <br \/><br \/>Menurut Wakapolres, kelima kawanan tersebut sebelumnya perompak spesialis tongkang. Wilayah operasinya adalah perairan Sujian, Tempilang, Pulau Nangka dan Selat Bangka. <br \/><br \/>Namun karena tongkang mulai sepi, mereka pun malah memangsa kapal bubu nelayan. <br \/><br \/>Beberapa barang bukti yang diamankan antara lain, kapal milik perompak yang diparkir di Pelabuhan Ikan Mentok, 1 GPS, beberapa handphone dan 2 bilah parang. <br \/><br \/>Keempat pelaku dikenakanan pasal pencurian dengan kekerasan atau ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 ayat (1) dan (2) ke-2 KUHPidana Juncto Pasal 363 ayat (4) KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.<br \/><br \/>Sementara itu salah seorang pelaku, Mat Raye mengaku baru kali ini melakukan aksi perompakan kapal. Sebelumnya ia berdagang, tapi karena dagangannya tidak laku, ia bersama saudara &#8211; saudaranya merencanakan aksi merompak kapal. <br \/><br \/>&#8220;Pakai senjata tajam itu untuk menakut- nakuti saja, tidak bermaksud melukai,&#8221; imbuh Mat Raye. ( SK )<br \/><br \/><\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANGKA BARAT &#8212; Lima orang komplotan perompak bersaudara menggasak dua kapal bubu nelayan di perairan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Jum&#8217;at&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6980,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1,217],"tags":[2795,213,1225,2796],"newstopic":[],"class_list":["post-6975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-hukrim","tag-perompak","tag-polres-bangka-barat","tag-sumatera-selatan","tag-sungsang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6975"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6975\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6975"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=6975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}