{"id":4450,"date":"2023-09-25T18:19:20","date_gmt":"2023-09-25T11:19:20","guid":{"rendered":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=4450"},"modified":"2023-09-25T18:19:20","modified_gmt":"2023-09-25T11:19:20","slug":"lalap-daun-ganja-pakai-sambel-seperti-apa-rasanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=4450","title":{"rendered":"Lalap Daun Ganja Pakai Sambel, Seperti Apa Rasanya?"},"content":{"rendered":"\r\n<p><strong>BANGKA BARAT<\/strong> &#8212; Ada &#8211; ada saja ulah Riko Sopandali, pria asal Desa Air Putih, RT.001, RW 001, Kecamatan Mentok. Selain menanam 20 batang tanaman ganja, dia bahkan melalap daunnya dengan sambel seperti lalapan biasa.<br \/><br \/>Menurut dia, berawal dari rasa penasaran, dia pun mencoba mengkonsumsi ganja dengan cara lain, salah satunya dilalap pakai sambel.<br \/><br \/>Daun ganja yang ia gunakan untuk bereksperimen merupakan hasil tanam sendiri di kebun milik orang tuanya di Dusun 1, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok.<br \/><br \/>&#8220;Ganja itu kan rempah &#8211; rempah, jadi pengen coba, dicampur dengan mie dan dilalap pakai sambel. Rasa dilalap biasa &#8211; biasa saja, tidak membuat mabuk atau fly. Memang lebih enak dengan cara dibakar,&#8221; ujar Riko saat konferensi pers di Gedung Catur Prasetya Mako Polres Bangka Barat, Senin ( 25\/9\/2023 ).<br \/><br \/>Setelah itu dia pun bereksperimen lagi. Daun ganja tersebut ia olah menjadi kripik, digoreng pakai tepung seperti olahan bayam dan ia konsumsi sendiri.<br \/><br \/>&#8220;Rasanya kayak kripik bayam itu lah. Tapi abis makan itu mata rasanya sendu &#8211; sendu,&#8221; ujarnya.<br \/><br \/>Pria usia 27 tahun ini berurusan dengan Sat Resnarkoba Polres Bangka Barat dan diamankan pada Selasa ( 19\/9\/2023 ) karena kedapatan menanam ganja di lahan milik orang tuanya. Menurut dia, biji bibit ganja ia dapatkan dari Palembang secara gratis. <br \/><br \/>Ide ingin menanam ganja muncul setelah dia browsing di internet cara menanam ganja. Setelah itu Riko pun mencoba menanam tumbuhan tersebut. Pertimbangannya bila menanam sendiri ia tidak perlu pusing &#8211; pusing membeli ganja yang menurut dia harganya mahal.<br \/><br \/>&#8220;Awalnya belajar dari internet, sudah itu dapat bijinya bawa dari Palembang dapat 20 batang. Perawatannya selama dua bulan, lumayan subur. Itu buat saya konsumsi sendiri,&#8221; kata Riko.<br \/><br \/>Menurut Riko ia menanam ganjanya di lahan kosong disamarkan dengan semak &#8211; semak. Luas lahannya 1,5 hektare. Tapi area penanaman ganjanya hanya sekitar 10 meteran. <br \/><br \/>Tidak hanya sekedar ditanam begitu saja, ia juga datang ke kebunnya dua hari sekali untuk merawat tanaman tersebut, termasuk memberinya pupuk.<br \/><br \/>&#8220;Kalau berhasil tidak saya jual, untuk konsumsi pribadi saja, tapi belum panen. Saya sudah makai ganja sekitar dua tahun. Tahu lah risikonya, tapi mau beli kan mahal,&#8221; imbuhnya. ( SK )<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANGKA BARAT &#8212; Ada &#8211; ada saja ulah Riko Sopandali, pria asal Desa Air Putih, RT.001, RW 001, Kecamatan Mentok&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4455,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1,217],"tags":[873,1515,2059,213],"newstopic":[],"class_list":["post-4450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-hukrim","tag-desa-air-putih","tag-kecamatan-mentok","tag-penanaman-ganja","tag-polres-bangka-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4450"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4450\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4450"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}