{"id":12187,"date":"2026-03-13T10:26:15","date_gmt":"2026-03-13T03:26:15","guid":{"rendered":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=12187"},"modified":"2026-03-13T10:26:15","modified_gmt":"2026-03-13T03:26:15","slug":"waspada-radikalisme-digital-densus-88-edukasi-ribuan-pelajar-di-kecamatan-gabek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=12187","title":{"rendered":"Waspada Radikalisme Digital, Densus 88 Edukasi Ribuan Pelajar di Kecamatan Gabek"},"content":{"rendered":"<p>PANGKALPINANG,CMNNEWS.ID \u2014 Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan (IRET) kepada sekitar 1.200 siswa-siswi di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.<\/p>\n<p>Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri 7 Gabek tersebut juga melibatkan Pemerintah Kota Pangkalpinang dan dirangkaikan dengan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para pelajar.<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, narasumber kegiatan, IPDA Hariyadi, menjelaskan secara komprehensif mengenai pengertian serta potensi ancaman dari intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat menyasar generasi muda.<\/p>\n<p>Menurutnya, dalam menjaga stabilitas keamanan negara, langkah pencegahan atau pendekatan preventif jauh lebih penting dibandingkan penindakan setelah suatu peristiwa terjadi.<\/p>\n<p>\u201cAnak-anak perlu dibatasi dan didampingi dalam penggunaan gawai. Tanpa pengawasan, ruang digital dapat menjadi pintu masuk ideologi ekstrem dan konten kekerasan,\u201d ujar IPDA Hariyadi.<\/p>\n<p>Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital membuat pola perekrutan jaringan terorisme terus berubah. Saat ini, kata dia, proses radikalisasi mulai memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk media sosial hingga game online.<\/p>\n<p>Remaja menjadi kelompok yang paling rentan karena berada dalam fase pencarian jati diri. Dalam beberapa kasus, bahkan perempuan dan anak-anak mulai diposisikan sebagai pelaku.<\/p>\n<p>\u201cModus perekrutan kini semakin beragam. Karena itu, penting bagi siswa untuk memahami sejak dini bagaimana cara mengenali dan menghindari konten atau ajakan yang mengarah pada paham ekstrem,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Densus 88 juga mendorong pihak sekolah dan tenaga pendidik untuk berperan aktif melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan.<\/p>\n<p>Hal tersebut dapat dilakukan melalui pengawasan terhadap perubahan perilaku siswa, gejala intoleransi, tindakan perundungan (bullying), hingga paparan konten ekstrem di media sosial.<\/p>\n<p>Sekretaris Camat Gabek, Yudi, menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya edukasi kebangsaan bagi generasi muda.<\/p>\n<p>Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan menjadi sangat penting untuk memperkuat karakter pelajar.<\/p>\n<p>\u201cSosialisasi ini menjadi langkah preventif strategis agar siswa mampu memilah informasi, berpikir kritis, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat,\u201d kata Yudi.<\/p>\n<p>Selain penyuluhan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada sekitar 1.200 siswa-siswi yang hadir. Bantuan tersebut diharapkan dapat memotivasi para pelajar agar semakin semangat dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.<\/p>\n<p>Sebagai tindak lanjut, para peserta juga diajak untuk mengikuti akun media sosial @Babelprevention yang dikelola sebagai sarana edukasi berkelanjutan sekaligus kanal pelaporan awal jika ditemukan konten atau aktivitas yang mengarah pada paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme di ruang digital.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PANGKALPINANG,CMNNEWS.ID \u2014 Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12188,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2368,217],"tags":[5064,5065,5067,5063,5066],"newstopic":[5062,5061],"class_list":["post-12187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bangka","category-hukrim","tag-densus-88","tag-edukasi","tag-kecamatan-gabek","tag-radikalisme-digital","tag-ribuan-pelajar","newstopic-densus-88-edukasi-ribuan-pelajar-di-kecamatan-gabek","newstopic-waspada-radikalisme-digital"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12187"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12187\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12189,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12187\/revisions\/12189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12187"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=12187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}