{"id":11776,"date":"2026-01-28T09:09:24","date_gmt":"2026-01-28T02:09:24","guid":{"rendered":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=11776"},"modified":"2026-01-28T09:09:45","modified_gmt":"2026-01-28T02:09:45","slug":"tak-cuma-masakan-minang-rm-pangeran-sungailiat-punya-menu-nusantara-andalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmnnews.id\/?p=11776","title":{"rendered":"Tak Cuma Masakan Minang, RM Pangeran Sungailiat Punya Menu Nusantara Andalan"},"content":{"rendered":"<p>Bangka,Cmnnews.id \u2013 Rumah Makan (RM) Pangeran yang berlokasi di Jalur Dua Sungailiat, Kabupaten Bangka, tak hanya dikenal dengan masakan khas Minang. Rumah makan ini juga menghadirkan sejumlah menu andalan nusantara yang tak kalah menggugah selera.<\/p>\n<p>Beberapa menu unggulan yang disajikan antara lain Lempah Kuning khas Bangka, Pindang Patin khas Palembang, Pindang Tulang, hingga ikan dengan sambal Dabu-dabu khas Makassar.<\/p>\n<p>Manager On Duty (MOD) RM Pangeran, Irwanda, mengatakan kehadiran menu non-Minang ini menjadi bentuk inovasi untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan.<\/p>\n<p>\u201cTidak semua menu di RM Pangeran adalah masakan Minang. Kami juga menghadirkan menu nusantara lain sebagai alternatif bagi pengunjung yang ingin mencoba cita rasa berbeda,\u201d kata Irwanda, Rabu (28\/1\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, langkah ini diambil agar RM Pangeran dapat menjangkau selera konsumen yang lebih luas, tanpa meninggalkan ciri khas rumah makan yang sudah dikenal masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin memberikan pilihan. Jadi pelanggan tidak hanya terpaku pada masakan Minang, tetapi juga bisa menikmati menu khas daerah lain dengan cita rasa autentik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-11778 size-full\" src=\"https:\/\/cmnnews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260128-WA0007-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1920\" srcset=\"https:\/\/cmnnews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260128-WA0007-scaled.jpg 2560w, https:\/\/cmnnews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260128-WA0007-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/cmnnews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260128-WA0007-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>Selain menu utama, RM Pangeran juga menyediakan beragam varian sambal serta aneka lalapan yang disajikan segar dan melengkapi hidangan.<\/p>\n<p>Irwanda menambahkan, ke depan RM Pangeran menargetkan untuk menghadirkan lebih banyak menu khas nusantara.<\/p>\n<p>\u201cMisi besar kami adalah menghadirkan berbagai menu selera nusantara. Saat ini baru tiga hingga empat menu, ke depannya akan kami kembangkan lagi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Untuk bahan baku, RM Pangeran menggunakan pilihan terbaik. Lempah Kuning disajikan dengan ikan tenggiri, Pindang Tulang menggunakan tulang iga sapi, sementara Pindang Patin dibuat dari ikan patin segar. Menu Dabu-dabu sendiri menggunakan ikan tenggiri atau kerapu.<\/p>\n<p>\u201cSoal rasa, kami jamin gurih dan lezat. Harganya juga terjangkau dan ramah di kantong,\u201d tutup Irwanda.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat yang penasaran ingin mencicipi, RM Pangeran dapat dikunjungi langsung di Jalur Dua Sungailiat. Informasi pemesanan dapat melalui nomor 0813-7305-8883.<!--\/data\/user\/0\/com.samsung.android.app.notes\/files\/clipdata\/clipdata_bodytext_260128_090510_240.sdocx--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bangka,Cmnnews.id \u2013 Rumah Makan (RM) Pangeran yang berlokasi di Jalur Dua Sungailiat, Kabupaten Bangka, tak hanya dikenal dengan masakan khas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11777,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4467,4466],"newstopic":[4468,4470,4469],"class_list":["post-11776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","tag-rm-pangeran-sungailiat-punya-menu-nusantara-andalan","tag-tak-cuma-masakan-minang","newstopic-masakan-minang","newstopic-menu-nusantara","newstopic-rm-pangeran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11776"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11776\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11779,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11776\/revisions\/11779"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11776"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmnnews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=11776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}