HEADLINE

Bekas Gudang Beras Dijadikan Pusat Kreatif Seniman Basel

10
×

Bekas Gudang Beras Dijadikan Pusat Kreatif Seniman Basel

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN – Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan, Firmasyah meminta kepada seniman dan komunitas untuk memanfaatkan bekas gudang beras yang berada di Simpang Lima Toboali sebagai ruang kreatif.

Dia memberi kesempatan kepada seniman dan komunitas di Kabupaten Bangka Selatan untuk memberikan masukan saran. Tujuannya, agar kreasi mereka dapat tersalurkan melalui pertunjukkan.

“Gedung kreatif itu gratis dibuat untuk para seniman dan komunitas. Hanya saja, saat ini gedung akan kita bersihkan dulu, lalu kita desain seperti apa maunya komunitas atau semua pihak,” kata Firmasyah kepada wartawan, Senin (6/2/23).

Dia berharap, nantinya bangunan tua milik PT Timah Tbk yang berada di samping Cyber Media Bangka Selatan tersebut, dimanfaatkan sebaik mungkin oleh komunitas dan para seniman di Negeri Beribu Pesona untuk menampilkan karyanya.

“Saya berharap di Himpang Lima Habang maupun gedung kreatif itu jadi pusat tongkrongan para seniman. Jadi jangan hanya didatangi, kemudian tidak ada tampilan – tampilan karya seni,” pungkas Firmasyan.

Sebelumnya, pemerintah daerah setempat tengah fokus mengembangkan kawasan Simpang Lima Toboali, sebagai salah satu destinasi wisata. Hal itu sekaligus untuk mendongkrak target kunjungan wisatawan ke Negeri Beribu Pesona.

Untuk merealisasikan target tersebut, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Bangka Selatan gencar menata kawasan tersebut, baik melalui penataan objek wisata, dukungan fasilitas, maupun promosi wisata melalui pelaku ekonomi kreatif dan seniman.

“Dengan demikian Dinas Pariwisata akan terus berupaya menata kawasan Simpang Lima agar makin elok. Di antaranya melalui pembangunan fasilitas kepariwisataan dan pembangunan amenitas penunjang,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Bangka Selatan Firmasyah, Rabu (25/1/23).

Misalnya, lanjut dia, melalui pembangunan wisata kuliner, toilet, taman, dan sarana parkir. Langkah lainnya melalui promosi wisata, serta tidak kalah pentingnya adalah pembangunan SDM pariwisata melalui sejumlah Bimtek maupun pelatihan kepada Pokdarwis selaku pelaku wisata.

“Karena Pokdarwis ini adalah ujung tombak yang akan bersentuhan langsung dengan wisatawan di masing-masing desa. Karena dengan berbagai keunggulan yang di desa sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan,” ujar Firmasyah.

Untuk saat ini objek wisata yang paling banyak dikunjungi adalah Simpang Lima Toboali, yang berdekatan dengan Balai Wisata dan Branding Pariwisata Bangka Selatan yang dilaunching oleh Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid pada Sabtu (25/6/2022) malam.

Balai Wisata tersebut untuk mendukung pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Tujuannya adalah untuk memberikan wadah kepada para pelaku ekonomi kreatif dan seniman untuk terus menyalurkan hobinya di Bangka Selatan. (Suf)